Pendidikan adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi salah satu indikator tolok ukur suatu bangsa. Ini mengacu pada UU No. 20 tahun 2003 Pasal 1 yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan belajar sehingga siswa secara aktif mengembangkan potensi mereka untuk memiliki kekuatan spiritual religius, kontrol diri, kepribadian, kecerdasan, mulia karakter, dan keterampilan yang dibutuhkan olehnya, masyarakat, bangsa dan negara.

Era digital saat ini, itu memudahkan untuk memfasilitasi kegiatan, termasuk di dunia pendidikan. Sebelumnya ujian sekolah berbasis kertas membuat sekolah menghabiskan jutaan uang untuk mencetak pertanyaan. Dari sisi guru, pembuatan dan koreksi pertanyaan manual juga cukup memakan waktu. Oleh karena itu mulai banyak sekolah-sekolah yang menggunakan sistem yang banyak dikenal dengan nama Ujian Dalam Jaringan atau UDJ yaitu ujian nasional berbasis komputer dengan menggunakan alat yang disebut Edubox.

Edubox menawarkan solusi modul pembelajaran yang terdiri dari aplikasi ujian, tugas, dan materi dalam jaringan lokal tanpa bergantung pada internet. Ini berarti bahwa Edubox sebagai platform pembelajaran online tampaknya memiliki pengalaman dalam mengelola ujian di jaringan. Edubox ini dapat menggunakan ponsel Android atau laptop.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama lebih dari tiga tahun, lebih dari 10% dari total populasi sekolah di seluruh Indonesia yang telah berpartisipasi dalam program ini. Dari hasil presentasi Menteri Pendidikan Anis Baswedan, indeks integritas ujian nasional 2016 meningkat, salah satunya disebabkan oleh implementasi UNBK ini karena akan sangat sulit untuk menipu dan melakukan penipuan, kecuali seseorang berhasil meretas tes tersebut. server.

Baca juga Simulasi unbk smp 2018

Memang, dalam hal implementasi kedua model ini ada kekurangan, UDJ Edmodo sangat tergantung pada internet, jika akses internet tidak tersedia maka tes tidak dapat dilakukan, sedangkan UNBK dengan persyaratan bahwa setiap sekolah harus menyediakan desktop atau komputer laptop akan menjadi beban bagi sekolah meskipun ini online (ketika ujian berlangsung tidak memerlukan akses internet).

Melihat kekurangan ini sejak setahun yang lalu saya bersama tim Edubox Pinisi mencoba membuat solusi yang lebih ekonomis untuk sekolah, dengan meluncurkan Pinisi Edubox. Perangkat berbasis Raspberry Pi 2 sebagai server untuk aplikasi ujian intranet berbasis web sehingga dapat diakses dari semua platform dan perangkat yang memiliki akses Wi-Fi. Sudah ada 10 sekolah di Bandung yang mendaftar untuk kebutuhan ujian harian hingga ujian untuk kenaikan kelas. Yang pasti adalah mereka membuatnya lebih praktis dan mengurangi penggunaan kertas dan alat tulis setiap kali ujian diadakan. Tertarik mencoba atau memiliki pengalaman dalam melaksanakan ujian online di sekolah?

Please rate this

Post Comment